Kamis, 12 November 2020

Cerita dua

Mengenang memori itu, semakin besarlah gejolak di hati. Tak tahan memendam sendiri. Hingga ku putuskan, bercerita pada Kekasih Jiwaku dan kamu sang pembaca hati. 


»

»


Hati terasa tersayat ketika melihat dua insan serasi yang menua bersama. Tersadar aku belum menjadi seperti bintang di langit yang selalu dikagumi. Begitu banyak jerih payah yang mereka lakukan untuk menjadikan buah hatinya untuk singgah di langit sana. Betapa lelahnya berjuang hingga mereka mengerang kesakitan. Namun terkadang, mereka malah tersakiti oleh cintanya. 


Setiap harapan selalu aku serahkan pada Kekasih Jiwaku untuk kebahagiaan mereka. Mereka selalu mengupayakan panen untukku. Mereka pun menjadi guru atas aku. Mungkin aku bukanlah orang yang baik, tetapi Kekasihku selalu mau mengerti aku. Ia selalu membangkitkan ku dalam keterpurukan, menemaniku dalam setiap langkahku. Terima kasih, banyak cinta untukMu. 


Ini adalah kisah motivasiku yang ku alami sendiri. Kekasihku, insan yang berbahagia itu dan kamu yang senantiasa membaca cerita ku 

Adalah inspirasi dalam setiap kehidupanku. Terima kasih telah sedia menjadi karakter dalam ceritaku. Berusaha membuat kalian tersenyum adalah tujuanku.


Ya, 

Sekarang aku sadar. 


Aku tidak akan menjadi gemerlapnya bintang di langit. Namun aku akan menjadi bulan, yang masih menjadi rahasia mengapa aku mau sepertinya.



≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈

Terima kasih banyak, kunjunganmu termuat di memoriku. GBU and see you..


~DWS

Tidak ada komentar:

Cerita Lima

Apapun itu serahkanlah Ketika Cinderella bernasib indah Berhadapan bukan berdampingan Lahir dalam naungan Tanpa kehilangan Tak semua dapat t...