Rabu, 16 Desember 2020

Cerita tiga

Kalau memang kebahagiaan tak berlangsung lama, pun kesedihan juga hanya sementara. Cobalah untuk memberi jeda agar kamu bisa singgah disana, dimana langit bertemu dengan lautan.


Membidik dengan jeli sasaran demi sasaran. Melesat seperti peluru yang kemudian menembus sela-sela dinding. Namun, kau lupa satu hal lagi.


Kau lupa untuk menciptakan jeda. Kau lupa bagaimana cara mengatur embusan napas, menghirup aroma kebebasan dan memandang sesuatu yang berarti dihidupmu.


Dari segala rutinitas yang mampu mencekik lehermu sewaktu-waktu itu--- biarkan aku menyampaikan kalimat permohonanku:


“Tolong, sempatkan rehat.”


≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈

Terima kasih banyak kunjunganmu termuat di memoriku. GBU and see you..


~DWS

Tidak ada komentar:

Cerita Lima

Apapun itu serahkanlah Ketika Cinderella bernasib indah Berhadapan bukan berdampingan Lahir dalam naungan Tanpa kehilangan Tak semua dapat t...